keunikan Sistem Belajar Finlandia yang Efektif

Keunikan Sistem Belajar Finlandia yang Efektif

Keunikan Sistem Belajar Finlandia yang Efektif – Bukan rahasia lagi jika Finlandia memiliki sistem pendidikan terbaik dan maju. Negara yang terletak di Eropa Utara ini menjadi salah satu negara dengan kualitas pendidikan terbaik di dunia selama satu dekade terakhir. Merujuk pada standar PISA (Programme for International Student Assessment). Para siswa di Finlandia selalu berada di posisi teratas untuk aspek membaca, sains dan matematika. Pendidikan merupakan salah satu pilar bagi kesejahteraan masyarakat. Pendidikan di Finlandia mulai dari pra-sekolah hingga pendidikan tinggi tidak di pungut biaya sepeserpun alias gratis.

1. Tidak Ada Ujian

Ujian di laksanakan dengan tujuan mengukur pengasaan ilmu pada siswa. Nyatanya, siswa yang mengejar nilai untuk lolos ujian tidak menyerap pengetahuan dengan baik karena usaha atau belajar yang di lakukan semata untuk ujian. Penilaian para siswa di Finlandia di lakukan oleh guru secara berkesinambungan dan tidak terstandar oleh lembaga seperti Kementerian Pendidikan. Satu-satunya ujian terstandar yang di laksanakan adalah Ujian Matrikulasi Nasional. Ujian ini pun bersifat opsional dan hanya di selenggarakan untuk siswa di akhir tahun ke-12 sekolah.

2. Kualifikasi Guru yang Ketat

Profesi guru hanya bisa di jalankan dengan gelar Master atau lulusan Strata 2. Proses seleksinya pun sangat ketat karena guru kerap di minta bertanggungjawab ketika ada siswa yang di anggap “gagal”. Tugas guru yang tidak mudah membuat profesi ini memiliki kualifikasi yang sangat tinggi.

3. TidaK Ada Kompetisi

Biasanya para siswa di pacu untuk berlomba-lomba memperoleh nilai tertinggi namun tidak demikian dengan Finlandia. Siswa di Finlandia tidak di biasakan untuk berkompetisi dengan siswa lainnya. Mereka di ajarkan untuk bisa bekerjasama sehingga membentuk budaya pemecahan masalah yang menyeluruh.

Baca Juga : 5 Universitas Unggulan Masa kolonial Jadi Kebanggan Indonesia

4. Guru Diajarkan Konsistensi

Seorang guru akan mengajar di kelas yang sama selama enam tahun di masa enam tahun pertama Pendidikan Dasar (Primary School). Penilaian yang di lakukan secara personal membuat guru harus benar-benar mengenal para siswanya. Oleh karena itu, guru di ajarkan untuk konsisten dengan menempatkannya di kelas yang sama selama bertahun-tahun.

5. Tidak Banyak PR

Para siswa di Finlandia tidak di bebani dengan tugas danPR yang menumpuk setiap harinya. Mereka hanya boleh di beri PR yang bisa di kerjakan hanya dalam waktu kurang dari 30 menit. Hal in bertujuan agar siswa tetap menjalani kehidupan yang seimbang antara sekolah dan kehidupan di luar sekolah.

6. Kemampuan Baca yang Terlatih

Posisi tiga teratas pada standar PISA untuk aspek membaca selalu di tempati oleh siswa dari Finlandia. Sejak Pendidikan Dasar, ketika siswa sudah mampu membaca dengan baik, ia akan di latih untik akrab dengan kegiatan membaca. Bagi mereka, membaca merupakan aktivitas yang menyenangkan sehingga penguasaan ilmu di sekolah pun bisa di lakukan dengan mudah.

Kesehatan mental pada siswa di Finlandia sangat di perhatikan. Para guru dan siswa selalu menjalankan kegiatan belajar dengan atmosfek yang rileks. Biasanya, para siswa di beri jeda 15 hingga 20 menit antara jam belajar. Mereka di perbolehkan untuk bermain, istirahat, atau menyantap makanan. Suasana yang rileks di yakini mampu menekan stress sehingga para siswa bisa mengikuti proses belajarnya dengan efektif dan optimal.

Kemajuan sistem pendidikan seperti di Negara Finlandia tentu bukan hal yang instan. Semuanya memiliki proses, tugas untuk memajukan pendidikan tidak hanya berada di Pemerintahan saja. Namun pendiri sekolah Cikal, Najeela Shihab, mengatakan bahwa “kita adalah perubahan untuk semua” dan “pendidikan butuh kita semua”.

 

Kesalahan Pendidik Di Indonesia

Kesalahan Pendidik Di Indonesia Yang Harus kalian Ketahui

Kesalahan Pendidik Di Indonesia – Pendidikan merupakan sebuah keharusan yang harus kita lalui demi mencapi masa depan yang lebih baik. Pendidikan juga merupakan salah satu upaya untuk menghindari kebodohan dan juga kemiskinan yang terjadi di negara indonesia. Sebenarnya pendidikan bisa kita dapatkan di mana saja, Namun pendidikan dari sekolah merupakan salah satu dampak yang akan berpengaruh untuk masa depan. Namun dengan standard kualitas pendidikan indonesia, sebenarnya masih banyak kekurangan dan juga kesalahan yang harus di perbaiki.

Selain kualitas sistem pendidikan yang perlu di perbaiku, Kualitas seorang pendidik juga sangat penting untuk di benahi. Karean hampir setiap hari, para pendidiklah yang berinteraksi langsung dengan para murid. Fakta ini perlu di iringi dengan kesadaran bahwa pendidik merupakan peran penting dalam membentuk siswa. Dan karena itulah kualitas pendidik juga harus selalu di benahi dan senantiasa mengikuti perkembagan jaman.

Kita pasti sering kali menemui banyak pendidik yang bisa merelevansikan pendidikan sesuai dengan tuntutan jaman. Nah berikut ini kesalahan pendidik di indonesia yang sering di lupakan pendidik, Sebagai berikut :

Baca Juga : Kesalahan Dalam Belajar Tanpa Sadar Sering Kalian Lakukan

1. Menyepelekan Tuntutan zaman

Para pendidik yang menyepelkan tuntutan jaman akan kesulitan dalam memahami kebutuhan para murid di era digital ini. Hal ini mengakibatkan murid hanya mendapatkan sesuatu yang konvensional. karena sebagai seorang pendidik, kita harus mampu untuk memahami dua hal penting yaitu, karakter dan juga kebutuhan peserta didik, serta tuntutan zaman dalam pendidikan.

2. Menuntut Nilai Yang Bagus

Bila tuntutan pertama yang di hujamkan seorang guru adalah keharusan mendapatkan nilai bagus, maka jangan salahkan para murid untuk melakukan apa saja untuk mendapatkan nilai bagus.Dan karenanya, banyak sekali murid yang menyontek ketika ujian karena mereka takut tidak mendapatkan nilai bagus . Hal ini sangatlah di sayangkan, karena sebenarnya bukanlah nilai yang di utamakan, melainkan pemahaman mereka terhadap sebuat materi.

3. Memaksakan Metode Hafalan

Banyak pendidik yang memaksakan para murid untuk melakukan hafalan untuk semua murid guna untuk meningkatkan wawasan peserta didi. Sebenarnya tidak ada yang salah dengan hafalan, Namun banyak peserta didik yang lupa bahwa memahami lebih penting. Karena bila para murid sudah benar-benar paham, tanpa di hafalpun mereka akan ingat.

4. Menuntut Peserta Didik Untuk Pintar

Faktanya banyak dari peserta didik atau murid yang merasa mereka tidak pintar karena tidak bisa menguasai bidang matematika dan Sains. Padahal setiap anak memiliki potensi yang berbeda pada bidang mereka masing-masing. Klaim dari guru atau orang tua yang yang mengatur bahwa pandai dalam matematika dan sains adalah sebuah sikap yang sangat di sayangkan.

5. Kurangnya Pemahaman Terkait Tujuan Belajar Bagi Murid

Seperti yang pernah di katakan, bahwa banyak sekali murid yang tidak mengetahui apa itu tujuan belajar. Padahal kita harus menyadari tujuan belajar harus lebih visioner. Tidak terbatas dengan hanya pemikiran pendek seperti agar menjadi pintar. Melainkan harus memandang tujuan yang lebih besar seperti menjadi pegusaha yang bermanfaat bagi masyarakat.

Memang juga di perlukan adanya pemahaman akan target visioner pada para peserta didik agar mereka tidak sekedar menerima pendidikan tersebit. Semoga informasi ini bisa bermanfaat..