Kekurangan Guru Di Indonesia

Kekurangan Guru Di Indonesia, Dampak Dan Solusi

Kekurangan Guru Di Indonesia – Baru-baru ini ada isu tentang kekurangan guru di indonesia yang menjadi salah satu tantangan dalam dunia pendidikan. Dan menurut beberapa laporan yang ada, negara kita di perkirakan akan mengalami kekurangan sekitar 1,2 juta guru di tahun yang akan mendatang. Dan tentu saja kekurangan tenaga pendidik ini kana sangat berpengaruh pada kualitas pendidikan yang akan di terima para siswa di berbagai daerah, terutama di daerah terpencil.
Selanjutnya disini kita akan membahas bebrapa faktor kekuragan guru di indonesia, dampak dan solusi yang bisa di ambil untuk bisa mengatasi permasalahan ini.

Penyebab Kekurangan Guru

1. Pensiun Massal Guru Senior

Ada banyak guru senior yang sudah memasuki masa pensiun, dan hal ini juga akan menciptakan kekosongan yang cukup besar dalam tenaga pendidik. Lalu menurut data dari kementrian pendidikan, ada ribuan guru senior yang pensiun setiap tahunnya. Namun belum bisa di imbangi dengan jumlah guru baru yang di rekrut.

Baca Juga : Rekomendasi Perguruan Tinggi Belanda Terbaik Didunia

2. Kurangnya Minat Generasi Muda

Dengan perkembangan jaman yang semakin maju ini, sangat di sayangkan bahwa minat generasi muda untuk menjadi guru kian menurun. Ada banyak lulusan dari universitas yang banyak lebih memilih untuk berkarir di sektor swasta yang menawarkan gaji tinggi dan peluang karir yang menjanjikan. Dan profesi guru sering kali di anggap kurang menarik di karenakan gaji yang relatif rendah dan di tambah dengan beban kerja yang tinggi.

3. Distribusi Guru Yang Tidak Merata

Salah satu masalah yang sudah lama ada yaitu distribusi guru yang kurang merata. Hal ini menjadi salah satu faktor penting di karenakan, ada banyak guru yang tidak mau di tempatkan di daerah-daerah terpencil atau kurang berkembang karena fasilitas dan kondisi kerja yang terbatas. Hal ini berakibat, beberapa daerah mengalami kekurangan guru yang sangat parah, sementara di daerah perkotaan terjadi kelebihan guru.

4. Kebijakan Rekrutmen Yang Tidak Efektif

Dalam Proses rekrument dan juga penempatan guru sering sekali tidak berjalan dengan efektif. Ada terdapat berbagai hambatan birokrasi dan administrasi yang menghambat. Selain itu juga, kebijakan rekrutmen yang tidak terencana dengan baik juga menjadi salah satu penyebab pada kurangnya jumlah guru yang di rekrut setiap tahunnya.

Dampak Kekurangan Guru

1. Penurunan Kualitas Pendidikan

Dengan terjadinya kekurangan guru akan bisa berdampak langsung pada kualitas pendidikan yang akan di terima siswa. Dengan kelas dan jumlah murid yang terlalu besar dan kuranganya perhatian individu dari guru, akan membuat para murid kesulitan memahami materi pelajaran dengan baik. Dan pasti akan berdampak menurunya prestasi siswa.

2. Beban Kerja Guru Yang Meningkat

Dengan kekurangan guru, guru yang ada sering kali harus mengajar lebih dari satu kelas, atau pun harus mengajar lebih dari satu mata pelajaran sekaligus. Dengan beban kerja berlebihan tersebut, bisa menyebahkan stress dan kelelahan yang akan berpengaruh pada kinerja kerja dan keefektivitas pengajaran mereka.

3. Kesenjangan Pendidikan Antar Daerah

Daerah terpencil dan kurang berkembang akan mengalami dampak paling besar dari kekurangan guru. Kesenjangan ini akan terus semakin memperbesar jurang kualitas pendidikan di daerah perkotaan dan pedesaan.

Solusi Untuk Mengatasi Kekurangan Guru

1. Meningkatkan Insentif Bagi Guru

Untuk bisa menarik minat orang untuk menjadi guru, pemerintah harus bisa meningkatkan insentif finansial dan non finansial. Gaji lebih tinggi, tunjangan tambaha, fasilitas kerja yang jauh lebih baik pasti akan bisa menarik perhatian para calon guru. Selain itu, akan jauh lebih baik lagi bila insentif khusus bagi guru yang mau di tempatkan di terpencil juga harus di pertimbangkan.

2. Peningkatan Kualitas Pendidikan Dan Pelatihan Guru

Dalam pelatihan dan pendidikan bagi para calon guru harus di tingkatkan agar mereka siap tantangan ketika berada di lapangan nantinya. Pemerintah perlu untuk berkerja sama dengan berbagai universitas dan berbagai lembaga pendidikan untuk mengembangkan kurikulim yang jauh lebih relevan dan pelatihan yang memadai.

3. Reformasi Kebijakan Rekrutmen Dan Penempatan Guru

Dalam proses rekrutmen dan juga penempatan guru harus di pebaiki lagi agar bisa lebih jauh lebih efisien dan transparan. Dengan penggunaan teknologi akan sangat membantu dalam mengurangi hambatan birokrasi dan juga bisa mempercepat penempatan guru di daerah yang jauh membutuhkan. Selain itu, juga sangat di perlukan kebijakan yang lebih fleksibel dalam penempatan demi memastikan distribusi yang merata.

Kekurangan guru di indonesia merupakan sebuah masalah yang serius yang sangat memerlukan perhatian dan tindakan segera. Dampak dari kekurangan ini akan sangat luas dan juga sangat mempengaruhi kualitas pendidikan yang ada di indonesia.

Kesalahan Pendidik Di Indonesia

Kesalahan Pendidik Di Indonesia Yang Harus kalian Ketahui

Kesalahan Pendidik Di Indonesia – Pendidikan merupakan sebuah keharusan yang harus kita lalui demi mencapi masa depan yang lebih baik. Pendidikan juga merupakan salah satu upaya untuk menghindari kebodohan dan juga kemiskinan yang terjadi di negara indonesia. Sebenarnya pendidikan bisa kita dapatkan di mana saja, Namun pendidikan dari sekolah merupakan salah satu dampak yang akan berpengaruh untuk masa depan. Namun dengan standard kualitas pendidikan indonesia, sebenarnya masih banyak kekurangan dan juga kesalahan yang harus di perbaiki.

Selain kualitas sistem pendidikan yang perlu di perbaiku, Kualitas seorang pendidik juga sangat penting untuk di benahi. Karean hampir setiap hari, para pendidiklah yang berinteraksi langsung dengan para murid. Fakta ini perlu di iringi dengan kesadaran bahwa pendidik merupakan peran penting dalam membentuk siswa. Dan karena itulah kualitas pendidik juga harus selalu di benahi dan senantiasa mengikuti perkembagan jaman.

Kita pasti sering kali menemui banyak pendidik yang bisa merelevansikan pendidikan sesuai dengan tuntutan jaman. Nah berikut ini kesalahan pendidik di indonesia yang sering di lupakan pendidik, Sebagai berikut :

Baca Juga : Kesalahan Dalam Belajar Tanpa Sadar Sering Kalian Lakukan

1. Menyepelekan Tuntutan zaman

Para pendidik yang menyepelkan tuntutan jaman akan kesulitan dalam memahami kebutuhan para murid di era digital ini. Hal ini mengakibatkan murid hanya mendapatkan sesuatu yang konvensional. karena sebagai seorang pendidik, kita harus mampu untuk memahami dua hal penting yaitu, karakter dan juga kebutuhan peserta didik, serta tuntutan zaman dalam pendidikan.

2. Menuntut Nilai Yang Bagus

Bila tuntutan pertama yang di hujamkan seorang guru adalah keharusan mendapatkan nilai bagus, maka jangan salahkan para murid untuk melakukan apa saja untuk mendapatkan nilai bagus.Dan karenanya, banyak sekali murid yang menyontek ketika ujian karena mereka takut tidak mendapatkan nilai bagus . Hal ini sangatlah di sayangkan, karena sebenarnya bukanlah nilai yang di utamakan, melainkan pemahaman mereka terhadap sebuat materi.

3. Memaksakan Metode Hafalan

Banyak pendidik yang memaksakan para murid untuk melakukan hafalan untuk semua murid guna untuk meningkatkan wawasan peserta didi. Sebenarnya tidak ada yang salah dengan hafalan, Namun banyak peserta didik yang lupa bahwa memahami lebih penting. Karena bila para murid sudah benar-benar paham, tanpa di hafalpun mereka akan ingat.

4. Menuntut Peserta Didik Untuk Pintar

Faktanya banyak dari peserta didik atau murid yang merasa mereka tidak pintar karena tidak bisa menguasai bidang matematika dan Sains. Padahal setiap anak memiliki potensi yang berbeda pada bidang mereka masing-masing. Klaim dari guru atau orang tua yang yang mengatur bahwa pandai dalam matematika dan sains adalah sebuah sikap yang sangat di sayangkan.

5. Kurangnya Pemahaman Terkait Tujuan Belajar Bagi Murid

Seperti yang pernah di katakan, bahwa banyak sekali murid yang tidak mengetahui apa itu tujuan belajar. Padahal kita harus menyadari tujuan belajar harus lebih visioner. Tidak terbatas dengan hanya pemikiran pendek seperti agar menjadi pintar. Melainkan harus memandang tujuan yang lebih besar seperti menjadi pegusaha yang bermanfaat bagi masyarakat.

Memang juga di perlukan adanya pemahaman akan target visioner pada para peserta didik agar mereka tidak sekedar menerima pendidikan tersebit. Semoga informasi ini bisa bermanfaat..